01
Jan
12

Jual Tanah Di Pegunungan Bandung Timur

Jual sebidang tanah di daerah Bandung Timur, akses jalan masuk dari Pasar Ujung Berung (Cigending) atau Cijambe, kurang 5 km ke Utara. Lokasi tanah langsung berhadapan dengan pemandangan ke arah kota Bandung dan berada di area wisata Paratag – Ujung Berung.

HARGA PENAWARAN : Rp. 55.000.000,00

Peminat bisa menghubungi :

022-72514848

Gambar Tanah Dijual

Keterangan :

  • Luas Tanah : 30 tumbak.
  • Memiliki sumber air / mata air yang tak pernah berhenti sepanjang tahun.
  • Tanah berbentuk tanah miring.
  • Berbatasan dengan aliran sungai kecil dari pegunungan, dan telah di beton sepanjang area tanah.
  • Area sekitar masih dikelilingi oleh sawah produktif.
  • Sudah dibangun fondasi bangunan seluas 9 X 7 meter.
05
Sep
11

15 Lagu Wajib Nasional – Uji Coba

CD Cover

3 tahun sudah saya habiskan waktu untuk menggarap sebuah musik konsep, yakni 15 Lagu Wajib Nasional, yang diarransemen memang untuk sebagai alat bantu meningkatkan nilai2 Patriotisme dan Nasionalisme Bangsa. Ke 15 Lagu karya adiluhung putra Bangsa Indonesia ini, ruh nya harus sampai di segenap pelajar Indonesia. Tapi memang ini baru tahap uji coba. Paling tidak di lingkungan kota saya, Bandung. Insya Allah bila tercapai, akan dikomunikasikan untuk pelajar Indonesia.
http://player.soundcloud.com/player.swf?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F21035734 MARS KEMERDEKAAN by djawilproject

28
Agu
11

Intrapreneurship

A.B. Susanto

http://www.jakartaconsulting.com/art-13-14.htm

Apakah yang disebut oleh intrapreneurship? Arti gampangnya adalah entrepreneurship yang dipraktekkan di dalam sebuah organisasi yang mapan. Entrepreneurship memang identik dengan era perintisan usaha. Ketika perusahaan sudah membesar, organisasi menjadi sangat stabil, jiwa entrepreneurship sering tergerus oleh rasa aman dan kemapanan ini. Padahal agar organisasi bisa tetap kompetitif, entrepreneurship bukan saja wajib dimiliki oleh para pengusaha yang bekerja mandiri, tetapi juga oleh jajaran eksekutif dan karyawan perusahaan.

Entrepreneurship dapat dikatakan sebagai suatu proses untuk menciptakan nilai melalui pemanfaatan sejumlah sumber daya untuk ‘mengeksploitasi’ sebuah kesempatan. Dapat pula dikatakan entrepreneurship adalah bagaimana memanfaatkan kesempatan, tanpa terlalu ‘hitung-hitung’ seberapa banyak sumber daya yang dimiliki. Modal tekad dan semangat merupakan yang utama ketimbang modal lainnya.  Pendek kata entrepreneurship adalah opportunity driven.

Kesempatan tercipta oleh  perubahan lingkungan,  dan salah satu ciri seorang entrepreneur adalah kemampuannya yang lebih tajam dalam melihat perubahan-perubahan, dan menemukan kesempatan-kesempatan yang tersimpan di balik perubahan itu.

Seorang manajer yang rendah tingkat  intrapreneurship-nya mengatakan seberapa banyak sumber daya yang dapat saya kelola, dan dari sumber daya yang dipegang ini apa yang akan dapat dicapai ? Namun seorang manajer yang tinggi tingkat  intrapreneurship-nya akan mengatakan berdasarkan apa yang ingin dicapai, baru mengatakan apa saja yang harus dimiliki untuk mencapainya.

Terdapat tiga pilar dalam intrepreneurship yaitu inovasi, pengambilan resiko yang terkalkulasi, dan kreativitas. Inovasi adalah kemampuan untuk melihat segala sesuatu dengan cara yang baru. Pengambilan resiko yang terkalkulasi merupakan kemampuan untuk mengambil kesempatan yang sudah diperhitungkan dan menganggap kegagalan sebagai suatu pengalaman belajar. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memperkirakan berbagai kemungkinan di masa depan dan secara proaktif menciptakan apa yang diidamkan.

Masalahnya adalah bagaimana memelihara semangat entrepreneurship dalam organisasi yang membesar dan semakin mapan. Organisasi yang besar dan stabil acapkali menimbulkan rasa percaya diri yang berlebihan pada orang-orang yang terlibat di dalamnya sehingga mengurangi sensitivitas terhadap kebutuhan pelangganya  dan kurang responsif terhadap dinamika persaingan. Padahal dalam situasi yang hypercompetitive, timbulnya sensitivitas terhadap kebutuhan pelanggan dapat berakibat fatal.

Menarik untuk mengamati General Motors yang berusaha menanggulangi penyakit ini. General Motors mencoba menciptakan “pasar” di dalam tubuhnya. GM mereorganisasi pabrik komponen yang kaku dan tidak efisien dengan melakukan pemecahan menjadi delapan unit internal market. Masing-masing unit dipandang sebagai profit center dan diharapkan mengembangkan keahlian yang terkait dengan system industri otomotif. Unit ini juga diharapkan mampu menjual produknya dalam pasar terbuka di luar kebutuhan GM. Misalnya, AC-Rochester tidak hanya menjual produknya kepada GM, tetapi juga menjualnya kepada Mitsubishi, Daewoo, dan Opel.

Unit-unit usaha ini diberi kebebasan untuk melakukan pembelian produk atau jasa dari pihak luar, dengan kompensasi dapat memberikan produk yang benar-benar mempunyai daya saing baik ke dalam maupun keluar. Untuk alasan kepentingan perusahaan yang lebih besar, terdapat kemungkinan perusahaan membatasi pembelian atau penjualan unit profit-center-nya ke dalam pasar internal, dengan kompensasi penurunan pemasukan atau laba dari yang seharusnya disumbangkan oleh unit tersebut.

Internal market network bukanlah pasar bebas, tetapi sebuah aliansi yang terdiri atas para intrapreneur. Kunci efektivitasnya terletak di dalam kolaborasi budaya yang dapat memberikan nuansa kebebasan berkembang kepada individu, teknologi, dan keterampilan melalui unit-unit profit center dan kemudian diorganisasi secara cepat ke arah sumber masalah dan penyelesaiannya. Dengan demikian, di dalam perusahaan diciptakan atmosfer dinamika pasar untuk merangsang daya saing. Tiap unit bertindak sebagai customer bagi unit yang lain seperti layaknya customer eksternal dan sebaliknya tiap unit menjadi pemasar seperti layaknya pemasok eksternal.

Dinamika pasar mendorong perusahaan untuk bersifat fleksibel dan responsif terhadap permintaan pasar. Kelambanan dan kekakuan birokrasi dalam bisnis membutuhkan perampingan struktur organisasi dan prosedur. Keberhasilan seringkali teraih dari kemampuan untuk melakukan hal yang berbeda, lebih cepat, dan lebih baik dari kompetitor. Semangat intrapreneurship merupakan hal yang esensial bagi pemasar.

Intrapreneurship dalam organisasi dibandingkan entrepreneurship memiliki sejumlah kelebihan maupun hambatan. Kelebihannya dibandingkan entrepreneursip terutama pada ketersedian sumber daya.  Semangat intrapreneurship dalam sebuah perusahaan yang sudah mapan mempunyai  sumber dayanya sudah tersedia dan ‘gratis’, tinggal bagaimana memanfaatkan kesempatan yang ada. Sementara hambatannya adalah spesialisasi dan pemisahan seringkali menghambat komunikasi, dan kompetisi internal seringkali pula menciptakan problem tersendiri.

Kenapa intrapreneurship sulit tumbuh dalam suatu organisasi? Pertama, biaya terhadap suatu kegagalan bagi yang bersangkutan terlalu tinggi, sementara penghargaan terhadap kesuksesan terlalu rendah. Intrapreneurship  harus mempunyai ruang terhadap terjadinya kegagalan sementara kegagalan di dalam sebuah organisasi sering diharamkan dan dapat merusak karir seseorang. Daripada mengambil resiko yang dapat menghancurkan karirnya, anggota organisasi cenderung cari selamat. Padahal penghargaan yang akan diperolehnya jika mengalami kegagalan tidak seberapa.  Kedua, terjadinya inersia yang disebabkan oleh kemapanan sebuah sistem, yang menyebabkan tidak seorang pun tergugah untuk melakukan perubahan. Ketiga, hirarki organisasi yang menyebabkan hambatan yang berlapis-lapis untuk menciptakan dan bertindak dengan cara yang baru.

Semangat entrepreneurship yang diperlukan oleh perusahaan besar tercermin ketika AT&T merintis pasar Rusia. AT&T menghadapi masalah ketika ingin melaksanakan program pemasaran melalui direct mail. Buku petunjuk telepon tidak tersedia, daftar nama tidak ada, dan kantor pos tidak menyediakan jasa ini. Hal ini tentu sangat sulit bagi AT&T yang terbiasa dengan informasi yang lengkap di AS. Dengan berbagai cara, AT&T menyewa YAR Communication untuk mendapat data tersebut dan tentunya dengan biaya yang lumayan besar.

Empat ribu buah surat siap untuk dikirim. Tetapi, Kantor Pos Rusia mencurigainya dan menahannya untuk keperluan investigasi. YAR Communication mengklarifikasi masalahnya dan akhirnya surat tersebut dapat terkirim. Respons yang sangat bagus, dan kemudian sebagian eksekutif Rusia memesan melalui telepon tanpa melihat produknya.

Kegigihan dalam keadaan yang serba terbatas dalam perintisan pasar merupakan ujian semangat intrapreneurship. Semangat ini seringkali luntur dalam perusahaan yang meraksasa dan stabil, yang dapat menimbulkan rasa aman yang berlebihan. Jadi, tugas pengelola adalah menciptakan struktur yang tidak birokratis, sistem dan budaya perusahaan yang memungkinan  tumbuhnya tiga pilar utama intrapreneurship : inovasi, pengambilan resiko yang terkalkulasi, dan kreatifitas.

Bagaimana bagi Anda yang telah mempunyai semangat ini atau yang ingin mengasahnya ? Carilah perusahaan yang mempunyai iklim yang kondusif bagi berkembangnya  intrapreneurship Anda.

Sumber : The Jakarta Consulting Group

http://www.jakartaconsulting.com/art-13-14.htm

03
Jul
11

INDONESIA TIDAK PERNAH DIJAJAH SELAMA 350 TAHUN OLEH BELANDA

Braga Tempo Dulu

Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592. “Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia,” katanya di Medan. Indonesia tidak dijajah 350 tahun Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu selama lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia. Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan Agung yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia.

Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda untuk dijajah oleh bangsa asing. Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak dilakukan reformasi pembelajaran sejarah. Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang bebas dari pengaruh Belanda. Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh. “Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari sama-sama kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah selama 350 tahun, tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu selama 300 tahun untuk menaklukkan kita,” katanya.

sumber : http://beritaaneh.com/2010/08/terungkapbelanda-tidak-pernah-menjajah-indonesia-selama-350-tahun/

22
Apr
11

Tawuran Pelajar, Siapa yang peduli.

Menonton pertunjukan jalanan ini memang bergidik ngeri. Para pelajar, khususnya berseragam abu itu, entah setan apa yang merasuk dalam pikiran mereka sehingga mereka kesetanan, membabi buta bertarung dengan lawan-lawannya di jalan raya. Jakarta, di jl. Daan Mogot, area pertarungan itu membuat lingkungan di sekitarnya merasa sangat terganggu. Mereka (pelajar) sama sekali tak ada rasa peduli dan rasa kasihan, atau mengerti tentang kepentingan umum. Miris rasanya, melihat pelajar ini merayakan selesai Ujian Nasional dengan bertawuran ria… batu-batupun berseliweran. Siapapun di dekatnya yang kebetulan berada disana, sial pun akan dialaminya.  Kaca mobilpun pecah, mobil box disemprot cat pilox, dll.

Sepeda motor yang dimanati oleh orang tua mereka, dipacu sekencang-kencangnya sambil mengacungkan celurit, golok, samurai, tongkat, dan benda-benda penghancur. Mungkin mereka terinspirasi film the Patriot. Perang sadis antara Amerika Utara dan Selatan.

“Saya sendiri tidak tahu masalahnya apa, tapi beberapa hari sebelumnya ada teman kami yang dikeroyok. Mereka (SMU Gama) menggunakan gir bekas motor, dan saya bawa celurit hanya untuk jaga diri saja. Saat terjadi tawuran kemarin, saya pake,” ucap pelajar SMA Bokri II Yogyakarta, Febrian (18) yang baru menyelesaikan Ujian Nasional pada 18-20 April kemarin di Mako Polsekta Gondokusuman Yogyakarta, Jum’at (22/4/2011).

Komentar pun bermunculan menanggapi dari persoalan ini. Ada yang menuding sekolah tak becus mengurus siswanya, termasuk gurunya, termasuk Depdiknas. Ada yang menuding masyarakat lah yang memberi peluang. Ada yang mengungkit-ngungkit politis dan contoh buruknya. Menyalahkan sikap represif polisi. Orang tua dan keluarga. Dan seterusnya…

Lalu sebenarnya siapa biang kerok semua ini? Dan bagaimana usaha yang harus dilakukan untuk mengendalikan para remaja-remaja ini? Saya ingin mengajak diskusi Anda….

Pemikiran praktis saya, bagaimanapun pendidikan seseorang bermula dari keluarga. Keluarga lah yang paling memegang peranan penting terhadap pembentukan karakter anak. Orangtua menitipkan ke sekolah bukan berarti segala urusan pendidikan selesai. Terkadang saya melihat bagaimana para orangtua kurang memberikan perhatiannya terhadap perkembangan anak di luar sekolah. Lembaga yang disebut sekolah ini hanya sebagian kecil saja dari pembentukan karakter dan kepribadian.

Sebuah pengalaman pribadi sebagai guru, anak-anak harus disibukkan dengan berbagai aktivitas yang bersifat kreatif. Membangunkan segala potensi yang dimilikinya sehingga lebih berharga. Dengan berkesenian, berolahraga, atau pengembangan karya-karya lainnya adalah langkah yang kiranya akan berdampak positif pada pemanfaatan waktu. Anak akan lebih merasa dirinya sangat berharga. Berikan harapan-harapan yang ada di depan sana. Saya sepertinya berkeyakinan anak-anak tak akan membuang waktu percuma dengan perilaku yang menyimpang.

Komentar Anda????

16
Apr
11

Mengajar Berbasis Otak Kanan dan Otak Kiri

Mengajar haruslah melibatkan otak kiri dan kanan siswanya. Jika tidak melibatkan kedua fungsi otak itu, ketidakseimbangan akan terjadi bagi diri siswa. Potensi salah satu otak itu akan lemah dan semakin lemah. Untuk itu, semua guru ketika mengajar haruslah menggunakan strategi pelibatan otak kiri dan kanan siswanya.

Otak manusia dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan diidentikkan tentang kreativitas, persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna, berpikir lateral, tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan rapi, perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, logika, terstruktur, analitis, matematis, sistematis, linear, dan tahap demi tahap.

Seorang peneliti bernama Roger Sperry (1960) menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri,akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa, dan matematika.

Berdasarkan kekuatan fungsi masing-masing, berarti, kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam menghadapi hidup. Begitu pula, bagi siswa, pembiasaan penggunaan kedua fungsi otak itu sangat bermanfaat dalam perjalanan dirinya menuju kedewasaan. Dengan begitu, guru dalam mengajar di kelas, metode apapun yang digunakan, sebaiknya berbasis otak kanan dan kiri.

Berikut ilustrasi guru yang mengajar selalu berbasis otak kiri saja. Ilustrasi berikut diambil dari blog Heriyono. Seorang guru yang mengajar berhitung untuk kelas 3 SD, Masuk kelas dengan malas. ”Anak-anak, sekarang kita belajar berhitung,” kata guru. ”Jumlahkan bilangan : 1+2+3+4+5+6+7+…. dan seterusnya sampai terakhir tambah 2000 !” perintah guru. Guru tersebut berfikir bahwa anak-anak tidak akan mampu menyelesaikan tugas tersebut, yaitu menjumlahkan bilangan dari 1 sampai 2000 dalam waktu 2 jam – bahkan jika pakai kalkulator sekalipun. Sehingga guru tersebut dapat duduk-duduk santai saja.

Tetapi tidak. Hanya dalam waktu sekitar 1 menit, seorang murid mengacungkan tangan dan berkata ”Saya bisa, saya sudah selesai”. Guru tersebut kaget, ”Mana mungkin,” pikirnya. Tetapi murid tersebut memang bisa, dan benar. Ia mengatakan jawaban dari soal itu adalah 2.001.000. Bagaimana caranya?

Murid itu mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dan cepat karena menggunakan otak kanan dan otak kiri secara harmonis. Otak kiri berpikir dengan cara urut, bagian perbagian, dan logis. Sementara otak kanan melengkapinya dengan cara berpikir acak, holistik, dan kreatif.

Jika kondisi di atas dijaga dan dibimbing oleh guru yang paham dengan fungsi otak kiri dan kanan, anak tersebut pasti akan lebih diperkuat dan dimotivasi untuk terus melakukan kreativitas lagi. Bahkan, anak-anak lain diajak untuk semakin berpikir kreatif. Sebaliknya, jika siswa itu dihadapi oleh guru yang juga hanya berpikir otak kiri, siswa itu pastilah akan mendapatkan cercaan, makian, bahkan mungkin pukulan.

Saat kita belajar di sekolah misalnya, kita biasa dituntut untuk berpikir urut dan logis saja. Tetapi, seperti telah kita lihat dalam contoh anak kelas 3 SD di atas, kita perlu menggunakan setengah kemampuan yang lainnya yaitu otak kanan. Kita memang perlu keberanian untuk mencoba menggunakan otak kanan yang berpikir secara acak, menyeluruh dan kreatif itu. Sebagimana seekor burung dapat terbang bebas menggunakan dua sayapnya, sayap kiri dan kanan. Demikian juga kita, manusia dapat menerbangkan kecerdasan otak, kecerdasan berpikir setinggi langit dengan sayap-sayapnya, otak kiri dan otak kanan.

14
Apr
11

Norman.. polisi yang sangat beruntung berkat Youtube

Mungkin boleh dibilang ini sekedar euforia dari kegemparan yang terjadi di masyarakat kita.

O walah…. benar-benar polisi ini sangat menghibur di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang semakin jenuh. Keisengannya ternyata berbuah hasil. Keisengan yang boleh juga disebut kreativitas. Briptu Norman kini bak seorang artis terkenal. Selamat….

18
Jan
11

10 Filosofi Orang Jawa

  1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).
  2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
  3. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)
  4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
  5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
  6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
  7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
  8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka).
  9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
  10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

Sumber :  http://djonkjava.blogspot.com/l

26
Mei
10

Dalam 2 tahun, peringkat Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara TERKORUP di Asia Pasifik.

Memang sesuatu hal yang paling memalukan bagi martabat Bangsa Indonesia. Bisa kita bayangkan, dimana berita-berita nasional begitu gencar memberitakan kasus-kasus korupsi, justru malah sebaliknya. Indonesia ditetapkan menduduki peringkat pertama dari 16 negara negara di Asia Pasifik dalam urusan Negara dengan tingkat korupsi paling tinggi, alias negara korup. Survei ini dilakukan oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong, yang dirilis pada 8 Maret 2010.

Berikut ini adalah susunan lengkap hasil survei tersebut .

  1. Indonesia (terkorup)
  2. Kamboja (korup)
  3. Vietnam (korup)
  4. Filipina (korup)
  5. Thailand
  6. India
  7. China
  8. Taiwan
  9. Korea
  10. Macau
  11. Malaysia
  12. Jepang
  13. Amerika Serikat (bersih)
  14. Hong Kong (bersih)
  15. Australia (bersih)
  16. Singapura (terbersih)

Tahun 2008 Indonesia masih berada di peringkat ke-3. Dalam 2 tahun, bukannya semakin membaik. Malah menempatkan muka bangsa ini ke bawah titik nadir.

MERAH – PUTIH, dimana taringmu?  Slogan-slogan Anti Korupsi yang selama ini diteriakan heroik, seakan-akan berlalu begitu saja. SBY menyatakan akan berada dibarisan terdepan dalam pemberantasan korupsi.  Tapi…. ?? KPK yang menjadi harapan rakyat Indonesia dalam pemberantasan korupsi, digoyang dan digembosi. Kepolisian… Kejaksaaan… dan lembaga-lembaga yang diharapkan mampu menjalankan amanat rakyat, begitu mudahnya ditelikung.

Sedih rasanya untuk menerima kenyataan ini. Bangsa yang agung, bangsa yang memiliki sejarah panjang dalam kemerdekaan, bangsa yang merupakan panutan bangsa-bangsa di kawasan Asia-Afrika, bangsa yang pernah disebut sebagai macan Asia, bangsa yang diturunkan dari kejayaan Majapahit – Sriwijaya….. hancur karena setan-setan penggoda iman dipelihara disini.

Pantas rasanya jika kita menyaksikan ekonomi bangsa hancur. Para investor lari dari tanah Indonesia. Siapa yang mau berinventasi jika kenyamanan produksi tidak bisa dijamin. Bohong besar jika perekonomian Indonesia meningkat (laporan para menteri). Apanya yang meningkat? Kalau meningkat, siapa yang menikmati? Rakyat rasanya sangat jauh dari pemenuhan standar kehidupan. Di daerah A, beberapa anak mati karena gizi rendah atau kurang makan. Daerah B, sulit mendapatkan bahan pokok, dll…

Wahai saudaraku yang sedang menikmati amanah-amanah rakyat Indonesia, sadarlah… jauh di hadapan mata begitu banyak saudara kita yang kesulitan. Janganlah tertawa di atas penderitaannya.

Sekian….

07
Des
09

Gonjang – Ganjing Isu Anti Korupsi berimbas Politis

Saduran :

e-mail Resume Pertemuan Dharmawangsa . (sumber : inilah.com)

Sabtu, (5/12) Pukul 21:28 WIB beredar resume pertemuan di Hotel Dharmawangsa ke milis. Isinya tentang skenario penggulingan pemerintahan SBY. Milis ini diberi judul Resume Pertemuan di Hotel Darmawangsa.

Di dalamnya disebutkan bahwa telah ada pertemuan di Hotel Dharmawangsa. Yang mengejutkan, beberapa nama tokoh penting disebut dalam resume itu. Mereka adalah Prabowo Subianto, Surya Paloh, Suryopratomo, Syafii Maarif, Din Syamsudin, Jusuf Kalla, Yudi Latif, Fajroel Rahman, Ray Rangkuti. Inilah isi resume yang beredar itu:

Analisa Situasi:

1. Isu korupsi adalah memang isu kelas menengah

2. Tidak menyentuh ke rakyat langsung

3. Namun berdasarkan pengalaman dalam demokrasi liberal, isu ini efektif untuk menjatuhkan kekuasaan SBY (ex: Gus Dur, Joseph Estrada, dll) melalui mekanisme parlementer

4. Di tingkat rakyat isu korupsi dapat menjadikan kekuasaan kehilangkan kepercayaan dan apatisme terhadap elite politik

5. Jika isu ini terus berkembang dan persoalan kemiskinan serta lapangan kerja akut akan menjadi potensi sentimen yang akut juga: akan menjadi kesamaan isu ekonomi, akan terdorong isu politik bisa mengulangi peristiwa Mei 1998.

Klarifikasi Target:

1. Memperbesar isu pemerintah bersih dan efektif hingga SBY terdelegitimasi

2. Reposisi jabatan dan tawar menawar mengganti posisi

3. Menggulingkan SBY sebelum 100 hari dengan parlementer

4. Menggulingkan SBY dengan amuk massa

Pola Gerakan

Mendorong Gerakan Atas :

1. Akan tetap dimotori kelompok yang berkumpul di Imparsial dan Kontras ditugaskan kepada Syafii Maarif dan Din Syamsudin yang masih bisa berbicara dengan Todung Mulya Lubis, Komarudin Hidayat, Goenawan Mohamad/Bambang Harry Murti.

Platform: Clean Goverment

Sasaran Prioritas: pemberantasan korupsi dengan membersihkan institusi penegak hukum. Kelompok ini cenderung bargaining karena mereka mendukung liberalisasi, dan berhenti setelah TPF terbentuk (tetapi ketika SBY berpidato tentang pengungkapan bank Century dianggap akan mengorbankan Wapres Boediono, kemudian mereka langsung menyerang SBY yang bakal jatuh sebelum 100 hari.

2. Akan tetap dimotori Kompak, (ditugaskan kpd Fadjroel Rahman, Ray Rangkuti dan Yudi Latif) posisi politik sama dengan yang diatas seakan-akan mendorong semua institusi negara mematuhi rekomendasi TPF lalu didorong untuk menggulingkan SBY.

3. Forum Rektor, garisnya hampir sama menolak kriminalisasi KPK dan masuk ke isu Bank Century (Syafii Maarif)

4. Forum 28 (ditugaskan kepada Yudi Latif dan Fadjroel Rahman)

5. DPR, hak angket bank Century, tugas bersama JK dan Prabowo dengan melobi Aburizal Bakrie dan Megawati Soekarnoputri.

6. Media, ini cukup memberikan energi bagi pergerakan yang ada di bawah dimotori Metro TV dan TV One.

Dan media cetaknya adalah KOMPAS dan Media Indonesia. ditugaskan kepada Surya Paloh dan Suryopratomo

7. Facebooker, kelas menengah yang pro kemapanan sistemik, hitam putih melihat perkembangan politik mendorong agar tak berhenti di gerakan pembebasan Bibit & Chandra. (ditugaskan kepada tim IT kampanye Mega-Pro)

Segera mendekati simpul-simpul atau tokoh-tokoh massa gerakan bawah:

1. Gerakan spontan setelah Bibit & Chandra ditahan

2. Gerakan, mahasiswa aktif, akademisi, beberapa tokoh masyarakat

3. Bergerak di luar kampus

4. Bergerak sedikit meluas ke kota-kota

5. Walau belum melibatkan massa yang luas (para simpul atau tokoh ini bisa didekati dengan pendekatan yang persuasif dan materi untuk didorong ke gerakan penggulingan ditugaskan kepada Yudi Latif).

———————————————————————————————

Bibit – Chandra usai sudah menjadi gunjingan politis. Imbasnya dimana para petinggi negara menjadi tertuding dan merasa gerah. Kini berikutnya adalah kasus aliran dana Century yang disebutkan adalah 6,7 trilyun. Siapa yang menikmati dan siapa yang membuat kebijakan-kebijakan tersebut sehingga ini menjadi bencana Nasional. Boediono baru menikmati beberapa bulan saja sebagai Wakil Presiden, palu menghantam. Kapal yang disebut Indonesia terombang-ambing. Angin dan badai terus dihembuskan dan riak menjadi gelombang besar. Apakah laut itu juga akan terbelah.




 

Februari 2012
S S R K J S M
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Links

Blog Stats

  • 5,200 hits

Profile on REVERBNATION

www.reverbnation.com/djawilproject

on twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.