Identifikasi Masalah Remaja di Kota

Seorang ibu suatu ketika bertutur kepada penulis, anaknya pada saat sekolah di bangku SD dan SMP memiliki reputasi yang gemilang. Peringkat atas selalu diraihnya setiap pembagian rapor. Oleh karena itu ia sangat disayang gurunya. Tentunya ibu tersebut bangga memiliki anak seperti ini. Tapi koq sekarang di SMA, bolak-balik ibu tersebut harus datang ke sekolah karena surat panggilan dari sekolah. Masalahnya bermacam-macam, mulai terlambat datang ke sekolah, membolos, hingga pelanggaran-pelanggaran berat, seperti merokok di area sekolah dan juga kasus perkelahian. Ibu tersebut tak habis pikir kenapa anaknya berubah begitu drastis. Di rumah pun seringkali pulang larut malam. Ditanya, komunikasi pun tidak lancar. Jawabnya cuma baik dan biasa saja, atau bermacam alasan. Ketika pembagian rapor, jangankan peringkat atas. Untuk peringkat bawahpun ibu tersebut harus menahan nafas, nilai begitu anjlok, dibawah standar nilai.

 

Baiklah pengunjung situs yang budiman, ilustrasi di atas barangkali adalah hanya sebuah gambaran umum yang banyak dijumpai para orangtua. Ketika anak memasuki dunia remajanya, sederet masalah banyak menghampiri mereka. Umumnya masalah-masalah ini hampir tidak berhubungan dengan persekolahannya. Dan akhirnya ini menjadi penghambat untuk kemajuan pendidikannya. Padahal energi yang dimiliki remaja begitu besar untuk melakukan pengembangan diri ke arah hal-hal positif.

 

Sekadar untuk referensi, sebuah hasil penelitian terhadap kenakalan remaja yang pada umumnya dikategorikan sebagai anak bersekolah  di kota besar adalah sebagai berikut :

 

Bentuk Kenakalan

Persentase

1. Berbohong

100 %

2. Pergi keluar rumah tanpa pamit

100 %

3. Keluyuran

93.3 %

4. Begadang

98.3 %

5. Minum-minuman keras

83.3 %

6. Penyalahgunaan Narkotika

73.3 %

7. Kebut-kebutan

63.3 %

8. Berkelahi dengan teman

56.7 %

9. Hubungan sex di luar nikah

40 %

10. Berjudi

33.3 %

11. Membolos

23.3 %

12. Melihat gambar porno

23.3 %

13. Menonton film porno

16.7 %

Masngudin HMS, dikutip dari htttp://www.depsos.go.id/Puslitbang/

 

Data tersebut diambil dari responden yang berjumlah hanya 30 remaja, 27 laki-laki – 3 perempuan, berusia 13 – 21 tahun. Terbanyak mereka yang berumur 18 – 21 tahun. Meskipun penelitian ini agak meragukan (penulis), karena jumlah responden dianggap tidak mewakili, tetapi ini membuat banyak orangtua miris mendengarnya. Betulkah sudah begitu rusaknya generasi muda bangsa ini? Dan siapakah yang patut disalahkan? Keluarga kah? Lingkungan kah? Atau barangkali sekolah kah?

 

Para pengunjung situs yang budiman, kebetulan penulis adalah seorang pendidik di salah satu SMA di kota Bandung, yang notabene para siswa berasal dari multi kultur keluarga. Dan penulis memang sehari-hari berkecimpung dalam aktivitas para siswa yang bersifat membangun kreativitas remaja. Setidaknya dalam aktivitas tersebut, penulis memiliki hubungan tersendiri dengan para siswa. Sambil beraktivitas,  penulis dalam sekian masa mencoba membaca apa yang terjadi atas perkembangan remaja atau siswa di sekolah. Beberapa masalah yang kerap terjadi di sekolah, dan barangkali hal ini juga terjadi hampir di semua sekolah kota diantaranya :

  1. Mengabaikan atau pelanggaran tata tertib sekolah, khususnya tentang berpakaian dan berpenampilan.
  2. Membolos pada mata pelajaran tertentu.
  3. Merokok di lingkungan sekolah.
  4. Terlambat masuk sekolah.
  5. Berpacaran di lingkungan sekolah yang cenderung agresif, ditempat terbuka, tanpa ada perasaan malu atau risih.
  6. Geng siswa, atau kelompok siswa dengan tanpa identitas jelas.
  7. Pertikaian antar siswa.
  8. Perkelahian antar sekolah.
  9. Hegemoni siswa senior.
  10. Provokasi cenderung negatif dari alumni.
  11. Tidak peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungannya, termasuk coret mencoret dinding sekolah dan fasilitas sekolah.
  12. Penggunaan psikotropika dan narkotika.
  13. Nongkrong di luar area sekolah, seperti tempat game atau internet.
  14. Pencurian barang siswa lain saat lengah.
  15. dll

 Meskipun ini belum sampai ke tahap penelitian, tapi paling tidak sebagai ilustrasi kondisi masalah siswa adalah seperti demikian. Tentu saja tidak semua sekolah memiliki permasalahan yang sama. Prediksi awal hal-hal yang dapat memberi pengaruh, seperti :

  1. Sistem disiplin sekolah yang kurang terjaga.
  2. Lingkungan sekitar sekolah yang tidak kondusif.
  3. Peran sentral guru sebagai pendidik sedikit mulai menurun.
  4. Terlambatnya guru dalam mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
  5. Pemberian waktu untuk beraktivitas sosial hampir tidak ada, karena waktu habis untuk kegiatan tambahan belajar .
  6. Tuntutan akan nilai tinggi berwujud angka dari hasil belajar.
  7. Frustasi akan beban belajar yang berlebihan, akibat dari tuntutan kurikulum.
  8. Tidak tertampungnya keinginan aktivitas siswa yang sesuai dengan trend di masyarakat.
  9. Mudahnya mengakses informasi global melalui media masa ataupun internet.
  10. Budaya masyarakat yang semakin instan serta hilangnya nilai-nilai sosial.
  11. Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai kreativitas.
  12. Hilangnya figur-figur, baik di masyarakat ataupun keluarga.
  13. Frustasi pada kehidupan keluarga yang tidak harmonis, kesulitan ekonomi, dll.
  14. Kontrol keluarga dan masyarakat yang mulai berkurang.
  15. dll

Peserta workshop yang budiman, jika kita mencoba hubungkan permasalahan siswa di sekolah dengan kenakalan remaja (data di atas), ada benarnya dan juga tidak. Kadang sebagai seorang guru kami tidak bisa menjangkau seluruh wilayah siswa. Apalagi yang bersifat pribadi. Remaja sekarang berbeda. Pandai beralibi, sangat protektif atas sesuatu yang tidak harus diketahui guru.

Demikian kiranya pemaparan penulis tanpa sedikitpun untuk menggurui, tetapi sekedar untuk membuka wacana kita. Terimakasih.

 

Tulisan ini disampaikan dalam Workshop Guru BP dan Wakasek Kesiswaan, 2007, di Bandung yang diselenggarakan oleh Forum Psikolog Bandung..

2 thoughts on “Identifikasi Masalah Remaja di Kota”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s