Menyoal Pemilu 2009

Hari ke hari, semua orang terhenyak ketika pernak-pernik pemilu 2009 hadir dihadapan kita dengan banyak persoalan. Mungkin di atas langit Indonesia segera memerah. Orang-orang begitu mudah terpancing emosinya. Marah karena kalah dalam penghitungan suara. Berdalih dicurangi, dicundangi, dan semua kata yang penuh curiga. 

INDONESIA RAYA…. begitu manis terdengar… tetapi hanya klise. Para politisi dan yang merasa menjadi politisi beramai-ramai menjagi caleg (calon legislatif) yang kononnya hidup indah…. tapi tak seindah nasib rakyatnya.  Giliran Pemilu telah berlalu (9 April 009), langit Indonesia semakin panas membara. Rakyat bertanya dan tidak pernah ada jawaban yang memuaskan. Partai-partai kelimpungan karena perolehan suara sangat diluar impiannya. Dan rakyat hanya melongo… ternyata segala topeng itu hanya hiasan semata.

Para politisi menggunakan berbagai cara untuk menandingi saingannya. Partai yang kalah mulai menekan dengan doktrin-doktrin yang sebenarnya apakah banyolan atau memang busuk. Sementara yang lain dengan penuh senyum bersabar demi kemenangan publik. 

rasanya tak salah jika pemilu kali ini berhiaskan berbagai masalah.

PERTAMA.  KPU adalah lembaga yang memang patut menjadi akar semua kekisruhan pemilu. Mulai dari DPT yang kacau hingga cara penghitungan yang kononnya mutakhir tapi tak ayal mengundang masalah. Hingga hari ini (22 april), artinya sejak tahap pencontrengan sudah memasuki hari ke 13, penghitungan suara baru mencapai angka 13 – 15 % saja dari jumlah suara seluruh Indonesia. Ini saja sudah menjadi seolah-olah menjadi angka resmi. Ini diperkuat oleh penghitungan versi Quick Count. Padahal Pemilu 2004 lalu di hari ke 10, penghitungan di KPU sudah maksimal. Selidik punya selidik, akar masalahnya ada di KPU Daerah. Data belum dikirim karena kekisruhan disana yang tak kunjung selesai. Di beberapa daerah, partai2 tetap tak mau mengakui hasil pemilu. 

Lalu sekarang harus apa? Apakah suara rakyat dan seluruh dana negeri ini akan dikorbankan untuk melakukan pemilu ulang? Sepertinya mustahil. JANGAN KHIANATI SUARA RAKYAT meskipun hanya satu contrengan. Para Politisi segera harus bersabar, menjaga emosi-emosi yang dapat menghancurkan kepercayaan rakyat. Rakyat negeri ini sudah berkorban untuk melakukan apa yang bisa dilakukan (mencontreng). Jangan nodai dengan intrik-intrik licik hanya untuk kepentingan rakyat.

KEDUA. Partai-partai sebaiknya agar melakukan rekonsiliasi secara baik. Saling menghargai antar semua partai. Tidak perlulah untuk menciptakan iklim yang justru akan mendeskriditkan partai Anda. Jika memang Pemilu ini penuh dinodai dengan cacat (pasti), mari kita hargai upaya yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan bangsa. Saya berpikir tidak ada yang bisa kita paksakan, kecuali menerima apa adanya. Tapi tentu saja segala macam kejanggalan dan kesalahan yang terjadi menjadi bahan pertimbangan bagi PILPRES mendatang. Mari kita bangun kembali semua persaingan secara normatif.

KETIGA.  Bila para petinggi partai atau politisi tetap saja mempermasalahkan semua yang terjadi, saya berpikir apakah bisa terjadi CHAOS…. Ini pasti sangat berbahaya. Dan tentunya akan menghancurkan apa yang pernah dibangun selama ini. Bukan suatu kecurigaan, tetapi apakah mungkin semacam terjadi KUDETA MILITER . Jangan lupa bahwa kekuatan militer kita selama ini sering disudutkan dalam percaturan politik. Mungkinkah?

INDONESIA RAYA…… !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s