Pemerintah itu milik Rakyat atau Partai?

Pemilihan Anggota Legislatif sudah usai dengan menyisakan berbagai persoalan. Mulai daftar pemilih, kecurangan-kecurangan, penetapan yang berlarut-larut, sistem penghitungan elektronik yang kacau, hingga para caleg yang tidak terpilih menjadi stress atau gangguan kejiwaan.  Mungkin boleh dikata bahwa dalam sejarah politik Indonesia adalah yang paling buruk.  Tentunya ini harus menjadi PR bangsa ini untuk dapat memperbaiki segala kelemahan-kelemahan itu.

Kini saatnya Indonesia memasuki babak baru, yakni Pemilihan Presiden dan Wakilnya. Sebelum munculnya calon-calon diwarnai dengan peperangan antar partai. Partai-partai sibuk mencari-cari siapa yang paling dapat mengamankan partainya. Mulailah lobi-lobi  yang menurut orang awam seperti saya seperti ‘dagelan’. Awal menyebut ‘A‘. Tapi besok hari menyebut ‘B‘. Dan kemudian lahirlah ‘C“. Adu kekuatan dengan mengatasnamakan ‘KOALISI’ menjadi pertunjukan yang samasekali tidak membawa apa-apa. Itu hanya ‘Power Force“.  Menekan dan mengecoh lawan agar gentar. Bagi yang ditekan, lalu bersabar, rasanya lebih mendapat hati di masyarakat. Lalu berikutnya dagelan apalagi?

Jual pesona pastinya. Siapa yang paling cantik dan paling sexy, itulah pilihanku. Cuma sayangnya memang tidak ada. Yang ada adalah yang pertama bersabar, intelektual, santun, agamis , kedua adalah yang kaya, yang tanpa motivasi, yang apa adanya, dan yang ketiga adalah yang napak tilas sejarah, kaya, dan emosional. Indonesia dipersilakan untuk memilih siapa yang akan memimpin negri ini. 

Kini saatnya para calon pemimpin ini berlomba-lomba menarik simpati 100 juta lebih rakyat Indonesia. Hanya sebuah harapan, agar para calon-calon ini tunjukkanlah kepada bangsa ini sikap yang lebih dewasa. Tetap menjaga nilai-nilai sportifitas yang tinggi, tentunya disertai dengan kedalaman penghayatan tentang “INDONESIA RAYA“. Tak perlulah satu dengan yang lain menyobek-nyobek perasaan dengan membuka luka-luka lama. Mengatasnamakan rakyat kecil dengan janji-janji yang menggiurkan justru terkesan kamuflase semata. Jangan lagi sakiti perasaan rakyat meskipun terkesan heroik.

Mari kita renungkan . “Partai tertentu dijanjikan memiliki jatah 10 kementrian strategis jika memenangkan Pilpres ini” (Harian Pikiran Rakyat, Minggu, 24 mei 09). Wow… fantastis sekali… Artinya pemerintah nanti adalah milik partai? Mungkin di tingkat elit politik ini adalah wajar-wajar saja. Pertanyaannya apakah betul dalam tubuh partai diisi oleh para manajer-manajer ulung ? Secara pribadi pernyataan ini membuat   

Marilah kita arungi samudra baru ini dengan tenang dan nyaman. Hindarkan karang-karang yang menghadang agar kapal INDONESIA ini tidak pecah dan karam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s