Arsip Tag: opini

Negri Tawuran

Dalam dongeng pewayangan, kita tak asing diajari dengan pertikaian antara Kurawa dan Pandawa yang berakhir dengan kemenangan di pihak kebaikan. Lalu Majapahit pun pecah dipicu oleh pemberontakan, dan mungkin juga di era pasca kemerdekaan pun negeri ini dihiasi dengan berbagai persoalan ideologi. Dan seterusnya…

Di era yang notabene dipenuhi dengan atribut moderenitas, tawuran pun merebak menghiasi perjalanan negeri ini. KPK vs DPR, KPK vs Polri, hingga di tingkat yang terbawahpun tidak ada henti-hentinya cerita tentang tawuran, seperti : antar kampung yang dipicu persoalan sepele, nonton organ tunggal atau pentas dangdut. Kota yang megah dan metropolis, Jakarta dilengkapi pula tawuran antar preman yang berebut lahan dan kekuasaan. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah TAWURAN PELAJAR yang umumnya diberitakan di kota Jakarta dan kota satelit di sekitarnya (Bogor, Bekasi, Tangerang, dll).

Lanjutkan membaca Negri Tawuran

Iklan

Tawuran Pelajar, Siapa yang peduli.

Menonton pertunjukan jalanan ini memang bergidik ngeri. Para pelajar, khususnya berseragam abu itu, entah setan apa yang merasuk dalam pikiran mereka sehingga mereka kesetanan, membabi buta bertarung dengan lawan-lawannya di jalan raya. Jakarta, di jl. Daan Mogot, area pertarungan itu membuat lingkungan di sekitarnya merasa sangat terganggu. Mereka (pelajar) sama sekali tak ada rasa peduli dan rasa kasihan, atau mengerti tentang kepentingan umum. Miris rasanya, melihat pelajar ini merayakan selesai Ujian Nasional dengan bertawuran ria… batu-batupun berseliweran. Siapapun di dekatnya yang kebetulan berada disana, sial pun akan dialaminya.  Kaca mobilpun pecah, mobil box disemprot cat pilox, dll.

Sepeda motor yang dimanati oleh orang tua mereka, dipacu sekencang-kencangnya sambil mengacungkan celurit, golok, samurai, tongkat, dan benda-benda penghancur. Mungkin mereka terinspirasi film the Patriot. Perang sadis antara Amerika Utara dan Selatan.

“Saya sendiri tidak tahu masalahnya apa, tapi beberapa hari sebelumnya ada teman kami yang dikeroyok. Mereka (SMU Gama) menggunakan gir bekas motor, dan saya bawa celurit hanya untuk jaga diri saja. Saat terjadi tawuran kemarin, saya pake,” ucap pelajar SMA Bokri II Yogyakarta, Febrian (18) yang baru menyelesaikan Ujian Nasional pada 18-20 April kemarin di Mako Polsekta Gondokusuman Yogyakarta, Jum’at (22/4/2011).

Lanjutkan membaca Tawuran Pelajar, Siapa yang peduli.